Jun 01 2009

PENTAKOSTA

Posting: matias.simanjorang — topik: Prokap Sibolga

Ketika sedang bermenung tentang peristiwa Pentakosta, banyak hal muncul ke benak saya. Ketika membaca Kisah “Turunnya Roh Kudus” dalam Kisah Para Rasul 2, saya terpesona karena kisah itu melukiskan bahwa orang-orang takjub bukan main karena mereka mendengar para rasul berbicara dalam bahasa mereka masing-masing. Dan kisah ini dengan tegas menyebut nama bangsa. Hal ini sungguh sangat menarik. Kenapa? Karena dalam Kisah Para Rasul 2:5 dikatakan; “Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.” Di sini kita melihat dengan jelas dikatakan “orang-orang Yahudi”. Nah kalau yang berkumpul di Yerusalem adalah orang-orang Yahudi apakah dibutuhkan bahasa asing? Bukankah orang-orang Yahudi saleh itu semua mengerti bahasa Aram dan bahasa international pada waktu itu (bahasa Yunani)? Kenapa harus ada mukjizat kemahiran bahasa?

Merenungkan dan memikirkan hal ini, saya terus terang mengatakan bahwa tak seorang pun tahu apa yang persis terjadi. Namun ada satu hal yang pasti yakni para murid dan para rasul yang sebelumnya takut karena kematian Yesus dan selalu “menutup diri” kini berani bersaksi atas kebenaran yang berasal dari Allah. Para murid yang bersaksi itu adalah orang-orang sederhana, sementara orang Yahudi saleh adalah orang-orang yang “terpelajar” dalam hal agama. Para murid yang sederhana tersebut MAMPU mewartakan Sabda Allah langsung ke dalam hati setiap pendengar. Setiap orang merasa disentuh dengan bahasa hatinya. Luar biasa bukan main. Setiap orang merasa disentuh secara khusus. Inilah kekuatan Roh Kudus. Sekali lagi bukan main. Hebat bukan buatan.

Juga, sembari bermenung akan peristiwa Pentakosta, saya teringat akan pelajaran Kitab Suci – yang saya pelajari entah kapan di masa lampau – yakni kisah yang terdapat dalam Kitab Yehezkiel 37. Ketika menghubungkan kisah Pentakosta dengan kisah ini, saya melihat satu benang merah, yakni “The Holy Spirit is like wakening the death.” Roh Kudus bisa dilukiskan sebagai daya yang menghidupkan “yang mati”. Kenapa saya katakan demikian? Karena para murid sebelumnya telah “mati”, mati dalam pengharapan dan mati dalam keyakinan akan Yesus yang sempat mereka agung-agungkan. Ketika mereka menerima Roh Kudus, mereka hidup kembali. Maka peristiwa Pentakosta bisa dikatakan peristiwa “penciptaan kembali” Gereja – tubuh mistik Kristus. Dan sekali lagi hal itu merupakan karya Roh Kudus.

Hal lain yang menarik perhatian saya ketika bermenung tentang Pentakosta ialah “bahasa Roh”. Tak bisa dipungkiri bahwa ungkapan tersebut akan secara otomatis muncul ketika bermenung tentang Pentakosta. Ketika saya membaca bacaan pertama saya terhantar pada kenyataan bahwa Yesus menasehati para murid untuk “berdoa” menunggu kedatangan Roh Kudus. Suasana doa tersebut membuat mereka sampai pada pengalaman ectasy. Mereka mengalami keintiman yang luar biasa dasyat dengan Allah dan mereka begitu dikuasi daya kuasa Allah dan karena itu mereka dengan mudah digerakkan oleh Roh Kudus. Peristiwa ectasy itu memungkinkan mereka dipakai oleh Roh Kudus untuk “berbahasa” yang mereka sendiri mungkin tak pahami. Maka bahasa Roh selalu berkaitan dengan pengalaman ectasy (bisa mungkin dikaitkan dengan pengalaman St. Franciskus yang biasa mengalami ectasy).

Sejalan dengan hal itu, maka kita harus hati-hati mengerti bahasa Roh, bahkan kita juga harus hati-hati dengan pengalaman ectasy, sebab pengalaman ectasy juga sangat berbeda dengan “menghipnotis diri sendiri”. Saya menduga bahwa “bahasa Roh” yang sering dipertunjukkan oleh kelompok tertentu adalah bagian dari “menghipnotis diri sendiri” dan bukan pengalaman ectasy karena doa yang mendalam.

Untuk mengakhiri permenenungan ini, saya hendak mengatakan bahwa Roh Kudus membuat para rasul dan para murid berani bersaksi. Semua orang Kristen adalah orang-orang yang telah menerima Roh Kudus. Konsekwensi dari ini ialah KITA HARUS BERANI BERSAKSI TENTANG KEBENARAN. Kalau kita tidak berani bersaksi tentang kebenaran iman kita berarti kita bukan orang yang sungguh percaya.

Comments Off

Mei 22 2009

P. Wilried Winkler sakit keras

Comments Off

Mei 18 2009

Misa Perdana Sdr. Pius Ndruru

Comments Off

Mei 16 2009

Sdr. Hezekiel Manaö akhiri tugas di Sekretariat Propinsi Kapusin Sibolga

Comments Off

Mei 13 2009

Agenda Januari

Posting: RPF — topik: Prokap Medan

Tgl. 5 - 9 Januari 2009: Retret Mahasiswa STP Delitua, (dipimpin oleh P. Niko Ginting OFMCap)

Tgl. 10 - 16 Januari 2009: Retret SMP Budi Mulia Pematangsiantar, (dipimpin oleh Br. Egidius Lingga OFMCap)

Tgl. 17 Januari 2009: Tahbisan menjadi Imam

Tgl. 21 - 25 Januari 2009: Retret SMK Grafika Medan, (dipimpin anggota team)

Tgl. 25 - 26 Januari 2009: Rekoleksi SMPN Tebing Tinggi

Tgl. 23 - 25 Januari 2009: Retret SMA St. Thomas 4 Medan, (dipimpin oleh Br. Lukas)

Tgl. 28 - 31 Januari 2009: Retret SMP St. Yoseph Duri, (dipimpin oleh Br. Lukas + tim)

Comments Off

Mei 13 2009

Agenda Pebruari

Posting: RPF — topik: Prokap Medan

 Tgl. 1 - 3 Pebruari 2009: Retret SMP St. Maria Pekan Baru, (dipimpin oleh Br. Lukas OFMCap)

Tgl. 2 - 6 Pebruari 2009: Retret SMP Maria Goreti Kaban Jahe, (dipimpin oleh Br. Egidius Lingga OFMCap)

Tgl. 6 - 7 Pebruari 2009: Rekoleksi ibu - ibu dari GBKP Pematangsiantar

Tgl. 7 - 8 Pebruari 2009: Rekoleksi umat dari Tanjung Gading Tebing, (dipimpin oleh Br. Lukas0

Tgl. 9 - 13 Pebruari 2009: Kapitel Kapusin Propinsi Medan

Tgl. 14 - 15 Pebruari 2009: Rekoleksi SMPN 3 Pematangsiantar, (dipimpin oleh Br. Lukas)

Tgl. 16 - 22 Pebruari 2009: Retret SMA St. Petrus Medan, (dipimpin oleh P. Niko Ginting OFMCap0

Tgl. 16 - 22 Pebruari 2009: Retret SMP Katolik Seribu Dolok, (dipimpin oleh Br. Egidius Lingga OFMCap)

Tgl. 22 - 28 Pebruari 2009: Retret SMA Katolik Seribu Dolok, (dipimpin oleh P. Niko)

Tgl. 23 - 28 Pebruari 2009: Retret SMP Abadi Sejati Pardagangan, (dipimpin oleh Team)

Comments Off

Mei 13 2009

Agenda MaretJ

Posting: RPF — topik: Prokap Medan

Tgl. 2 - 5 Maret 2009: Seminar JPIC Kapusin Propinsi Medan

Tgl. 7 - 9 Maret 2009: Retret anak Asrama Putri St. Theresia Hayam wuruk Medan, (didampingi oleh P. Niko OFMCap + team)

Tgl. 10-14 Maret 2009: Retret SMA B. Murni 2 Medan, (didampingi oleh Br. Lukas, OFMCap.)

Tgl. 10-18 Maret 2009: Retret SMA St. Maria Medan, (didampingi oleh  P. Sergius)

Tgl. 15 Maret 2009 :Ibadat Sekolah Minggu HKBP Marihat (di alam RPF)

Tgl. 15 Maret 2009: Retret SMA Negri Balige, (didampingi oleh Fr. Cornel, OSC)

Tgl. 15-19 Maret 2009:  Retret SMP Kelas 2 st. Maria Medan, (didampingi oleh Br. Lukas, OFM Cap)

Tgl. 19-23 Maret 2009: Retret SMP kelas 8 St. Lucia Dolok Sanggul, (didampingi oleh Fr. Cornel, OSC)

Tg. 21-22 Maret 2009: Turis Sabah (didampingi oleh P. Sirilus)

Tgl. 24-26 Maret 2009: Retret SMA St. Agust Haranggaol, (didampingi oleh Br. Egi, OFM Cap)

Tgl. 25 Maret 2009: Rekoleksi Prodiakon Helvetia (didampingi oleh P. Agus Saragih)

Tgl. 26 Maret 2009: Semi rekoleksi di alam Suka Julu Kabanjahe (didampingi oleh P. Michael, OFM Cap)

Tgl. 27 Maret -2 April 2009: Retret SMA RK Serdang MurniLubuk Pakam (didampingi oleh Br. Egi, OFM Cap)

Comments Off

Mei 13 2009

Agenda April

Posting: RPF — topik: Prokap Medan

Tgl. 3 - 4 April 2009: Rekoleksi SD RK Setia Budi Murni 6 Medan (dipimpin oleh Br. Lukas OFMCap)

Tgl. 6 - 7 April 2009: Rekoleksi Pengudusan Imam KAM, (dipimpin oleh P. Benno Pr)

Tgl. 14 - 18 April 2009: Retret SMA St. Maria Kabanjahe, (dipimpin oleh Br. Lukas OFMCap)

Tgl. 17 - 18 April 2009: Rekoleksi SMAN Binjai, (dipimpin oleh Fr. Brans dan Fr. Dionisius OFMCap)

Tgl. 20 April - 2 Mei  2009: Retret SMA BT Balige, (didampingi oleh Team)

Tgl. 25 - 26 April 2009: Kegiatan remaja GBKP Pematangsiantar

Tgl. 28 April - 6 Mei 2009: Retret para Novis SCMM (dipimpin oleh Sr. Wilhemina SCMM)

Tgl. 28 April - 3 mei 2009: Retret para Suster kongregasi CAE- Philipina, (dipimpin oleh P. Michael Manurung OFMCap)

Comments Off

Mei 13 2009

Agenda

Posting: RPF — topik: Prokap Medan

Tgl. 18 - 24 Mei 2009: Rekoleksi SMA Trisakti Medan, (didampingi oleh Br. Lukas OFMCap)

Tgl. 18 - 20 Mei 2009: Retret SMP RK 1 Kaban Jahe, (didampingi oleh Fr. Cornel Kaban OSC)

Tgl. 20 - 21 Mei 2009: Rekoleksi SMPN Raya (khusus Katolik) dan didampingi oleh Br. Servas OFMCap

Tgl. 22 - 23 Mei 2009: Rekoleksi Mahasiswa USU, Pendamping: mereka sendiri yang mengurus

Tgl. 23 - 25 Mei 2009: Retret gelombang ke - 2 SMP RK 1 Kaban Jahe, Pendamping Br. Egidius Lingga

Comments Off

Mei 13 2009

Delapan abad bersama Fransiskus

Posting: Chrispinus — topik: Prokap Medan

Tahun 1221 Fransiskus mengumpulkan 5000 saudara pada Kapitel tikar-tikar yang termasyhur itu.  Kapitel umum seperti itu tidak pernah terulang sepanjang sejarah Fransiskan. Baru sekarang terjadi lagi pada peringatan 800 tahun pengesahan Anggaran Dasar pertama oleh Paus Innocentius III. Sekitar 2000 saudara anggota Keluarga Besar Fransiskus, datang dari 65 Negara untuk mengikuti Kapitel dari tanggal 15-18 April 2009.  Selama ketiga hari itu suatu tenda besar di depan gereja basilika Santa Maria para Malaikat di Portiuncula menjadi tempat pertemuan dan persaudaraan.  “Sebagaimana Fransiskus dari Portiuncula mengutus saudara-saudara pertama untuk berdua-dua menyelusuri dunia, begitu juga kita dari tempat ini secara rohani berangkat kembali untuk membawa kabar injili berisi damai dan pendamaian bagi hati yang remuk redam dan menderita” — kata sdr. José Rodriguez Carballo OFM, Ketua Konferensi Minister general Ordo pertama dan Ordo ketiga reguler.  Hadir juga utusan dari Fransiskan Gereja kristen lain.  Pada Kapitel, saudara-saudara mendengarkan kesaksian beberapa saudara dan bersama-sama memuji Tuhan atas karunia panggilan mengikuti Fransiskus.  Mereka bersama pergi menemui Paus Benediktus XVI di Castelgandolfo.  Bapa suci dengan semangat kebapaan menerima mereka di rumahnya.  “Sudah berlalu delapan ratus tahun — kata Paus — dan kelompok kecil keduabelas saudara pertama itu menjadi rombongan besar yang tersebar di segala penjuru dunia.  Kamu benar-benar mewakili mereka semua”.  “Pada akhir pengalaman luar biasa itu — diteruskan oleh Bapa suci — kamu bersama datang kepada ‘Signor Paus’, seperti dikatakan oleh Pendirimu Fransiskus”.  Paus Benediktus XVI menyebut Fransiskus “Injil yang hidup, yang sanggup menarik orang dari setiap zaman kepada Kristus, khususnya orang muda, yang mengutamakan pilihan radikal atas yang setengah-setengah”.  Akhirnya Sri Paus mengundang para Fransiskan di seluruh dunia untuk mengikuti contoh teladan Santo Fransiskus dan Santa Klara.  “Kamu juga — katanya — hendaknya berusaha mengikuti jalan yang sama:  kehilangan hidup sendiri karena Yesus dan Injil, untuk menyelamatkannya dan membuatnya subur dan berbuah tumpah ruah”.  Pada akhir audiensi, Minister-minister general berlutut dan memperbaharui kaul religius mereka dalam tangan Bapa suci.  Pada sore hari yang sama, utusan saudara-saudara diterima di Castel Porziano oleh Presiden Republik Italia, Georgio Napoletano.  Kapitel tikar-tikar internasional dapat diikuti di luar Asisi atas usaha dan pelayanan Radio televisi Padre Pio, yang menyebarkan melalui satelit semua kegiatan peristiwa agung persaudaraan fransiskan ini.

Comments Off

Entri berikutnya →